Nasional


Bocah Penyengat Lebah di Ponis Bebas

Indicomm – ( dari berbagai sumber ), DY, bocah kelas III SD Dr Soetomo Surabaya terpaksa harus berurusan dengan pengadilan karena dianggap telah melakukan penganiayaan dengan menyengatkan lebah ke pipi temannya Dn. Yang melaporkan penganiayaan adalah orangtua Dn. Kasus ini bergulir terus sampai ke pengadilan karena orangtua Dn tidak mau mencabut laporan penganiayaan yang dituduhkan kepada DY. Sutriadi Yahya, hakim yang bertugas menyidangkan kasus ini, mengatakan sidang dengan terdakwa DYD (9) tidak layak disidang. Keisengan menakuti temannya satu sekolahnya bernama DNS (9) seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Mereka prihatin dengan kasus itu. Sutriadi mengungkapkan kalau pengadilan hanya bisa menerima dan tidak bisa menghentikan kasus itu. Alasannya pihak pengadilan sudah menerima dan menelaah jika semuanya lengkap maka wajib untuk disidangkan.Dirinya juga menyayangkan sikap sekolah yang dianggap tidak cermat dalam bersikap mengambil ketegasan untuk mengantisipasi dengan cara mendamaikan. Meski dinyatakan bersalah, namun majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memutuskan terdakwa bocah penyengat lebah, bebas. Terdakwa, DYD (9), oleh majelis hakim dikembalikan ke orangtuanya untuk mendapat pembinaan dan perlindungan. Vonis bebas itu langsung disambut isak tangis kedua orangtua DYD dan para guru yang hadir dalam sidang itu. Usai majelis hakim menutup sidang, DYD langsung dipeluk dan dicium kedua orangtuanya. Teman-teman sekolahnya yang hadir dalam sidang itu langsung mendatangi DYD. DYD diberi ucapan selamat oleh teman-teman dan gurunya. Usai pembacaan vonis, Ketua Majelis Hakim sempat berpesan ke DYD untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sutriadi Yahya juga minta kepada orangtua untuk lebih bisa menjaga anaknya. (dfk)

Bocah di mesum saat Hujan Deras

BANDA ACEH, Ack (50), bapak tiga anak, diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan pencabulan terhadap Tia (13), bukan nama sebenarnya, siswa sekolah dasar di Kabupaten Aceh Besar.

Menurut keterangan Ruslan, ayah korban, peristiwa itu bermula ketika Tia pulang sekolah pada Jumat. Karena cuaca saat itu hujan, Tia memutuskan untuk berteduh di depan toko kelontong milik Ack.
Saat itu korban langsung ditarik ke dalam warung dan dicabuli.
Ditambahkan Ruslan , karena anaknya pulang dalam keadaan basah kuyup, ibunya langsung menyuruh Tia untuk mandi, dan saat itulah timbul kecurigaan sang ayah setelah mendapati ada sejumlah tanda merah di bagian dada putrinya.

Karena takut, awalnya anaknya tidak berani menceritakan apa yang telah dia alami, tetapi setelah didesak, akhirnya Tia baru berani buka mulut, dan betapa kagetnya saat mendengar Tia telah dicabuli Ack.
yang juga mereka kenal karena letak rumah mereka dengan toko miliknya hanya berjarak sekitar 100 meter, dan tergolong masih tetangga dekat.

Ternyata kejadian itu bukan yang pertama dilakukan Ack, tetapi sudah berulang kali sejak 2009.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, alasan Ack mencabuli Tia karena tergoda melihat kecantikan siswi SMP itu. Hingga kini kasus ini masih dalam penyidikan.
Sambil menunggu proses lebih lanjut, Ack ditahan dan berstatus sebagai tersangka sambil polisi menghimpun keterangan dari korban dan keluarga.

Guruh : Saya Melihat Banyak oknum di PDIP

Jakarta – Diam-diam Guruh Soekarno Putra ternyata menyimpan kegundahan. Ia merasa miris dengan kondisi yang terjadi di tubuh PDIP.

Curhatan Guruh itu disampaikan di depan 100 lebih kader PDIP asal Jawa Barat yang datang ke kediamannya di Jl Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2010). Mereka datang berharap Guruh mau menjadi penerus untuk memimpin PDIP.

Guruh yang menjadi salah satu Ketua DPP PDIP sering mengikuti rapat-rapat internal partai. Pandangan kritis Guruh soal kebijakan partai juga sering ia utarakan.

“Walaupun beberapa kali mengeluarkan pendapat atau protes, tapi itu sering terbenam di bawah permukaan,” keluh Guruh.

Bahkan Guruh juga menduga ada oknum di PDIP yang memang sengaja untuk menghancurkan partai tersebut. Namun saat didesak, Guruh enggan menjelaskan identitas oknum tersebut.

“Saya lihat dengan mata kepala sendiri, di lingkungan PDIP, dipenuhi oleh oknum. Bisa saja ditengarai, satu atau lebih yang akan obrak abrik PDIP,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: